BPN Gesid Adakan Buka Puasa Bersama dan Talk Show, Soroti Peran Organisasi dalam Mendukung Koperasi Merah Putih
26 August 2025 | Lingkungan dan Keberlanjutan
Ditulis oleh: BPN
Badan Pengurus Nasional (BPN) Generasi Emas Indonesia (Gesid) menyelenggarakan acara buka puasa bersama sekaligus talk show bertema peran anak muda dalam mendukung Koperasi Desa Merah Putih. Kegiatan ini diadakan pada 20 Maret 2025 di Candy Rounge Cafe, Jakarta, dan dihadiri pengurus BPN Gesid bersama perwakilan dari berbagai provinsi.
Sebagai gerakan kepemudaan, Gesid berkomitmen aktif dalam pembangunan sosial dan ekonomi, khususnya dalam mendorong program strategis pemerintah. Talk show ini menghadirkan dua pembicara utama: Edy Heryana, Asisten Deputi Literasi dan Penyuluhan Kementerian Koperasi, serta Dra. Dewi Yuliani, MP, Direktur Perencanaan Teknis Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa Kementerian Desa.
Presiden Eksekutif Gesid, Viviana Hanifa, menegaskan bahwa acara ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi Ramadan, tetapi juga momentum penting bagi generasi muda untuk mendalami program prioritas pemerintahan Prabowo-Gibran, yaitu Koperasi Desa Merah Putih.
“Kami ingin memastikan bahwa seluruh anggota Gesid, baik di BPN maupun di daerah, bisa menjadi garda terdepan dalam menyukseskan program ini. Koperasi Desa Merah Putih bukan sekadar program ekonomi, tetapi juga sarana membangun kemandirian dan kesejahteraan desa melalui semangat gotong royong,” ujar Vivi.
Dalam sesi diskusi, Edy Heryana memaparkan bahwa Koperasi Desa Merah Putih merupakan langkah strategis pemerintah untuk memperkuat ekonomi desa berbasis komunitas. Targetnya, sebanyak 70.000 koperasi desa akan diluncurkan pada Hari Koperasi Nasional, 12 Juli 2025. Program ini diharapkan mampu memangkas rantai distribusi, memperluas akses modal, serta memberdayakan petani dan pelaku UMKM di desa.
Meski begitu, Edy menekankan bahwa tantangan terbesar dalam pengembangan koperasi adalah rendahnya partisipasi generasi muda dan minimnya pemanfaatan teknologi. Oleh sebab itu, Gesid diharapkan mampu mendorong anak-anak muda untuk tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga motor penggerak koperasi.
“Kami melihat Gesid sebagai komunitas yang punya energi besar untuk perubahan. Jika anak muda terlibat lebih aktif, terutama dengan pendekatan digital dan inovasi, maka koperasi bisa menjadi pilar utama ekonomi desa yang berkelanjutan,” tutur Edy.